Malang town's

Just another WordPress.com site

Materi anggaran sesi ke empat Indocakti. kas dan piutang

Leave a comment

ANGGARAN KAS DAN PIUTANG
Merupakan perencanaan mutasi dan posisi kas dalam jangka waktu tertentu yang terdiri dari :
1. Perencanaan aliran kas masuk
2. Perencanaan aliran kas keluar.
3. Penetapan kas minimum.

Aliran kas bisa bersifat kontinyu maupub tidak kontinyu / insidentil. Aliran kas keluar bersifat kontinyu : pembayaran gaji, Aliran kas keluar bersifat insidentil : pembayaran bunga, pembayaran deviden.

Aliran kas masuk bersifat kontinyu : hasil penjualan, Aliran kas keluar bersifat insidentil : penerimaan kredit.

Tujuan penyusunan anggaran kas.
1. Menunjukkan posisi kas.
2. Menunjukkan kelebihan / kekurangan kas. ( defisit / surplus )

ANGGARAN PIUTANG
Terjadinya piutang perusahaan karena penjualan secara kredit dengan tujuan untuk meningkatkan volume penjualan.
Piutang dagang bagi beberapa perusahaan tertentu dipandang sebagai suatu investasi yang memiliki manfaat sebagai berikut :
1. omzet penjualan dapat ditingkatkan, agar keuntungan meningkat pula.
2. Kredit jangka panjang dapat meningkatkan keuntungan ( perbankan / lembaga keuangan).
3. Hubungan dagang antara pelanggan dan produsen.

Pengaruh kredit terhadap arus kas.
1. Semakin panjang jangka waktu kredit semakin lama penerimaan kas.
2. Penagih harus lebih aktif
3. Karakter pelanggan harus diseleksi.
4. Siuasi usaha pada umumnya.

Tahapan Penyusunan anggaran kas
1. Menyusun tafsiran penerimaan / pengeluaran kas
2. Menyusun kebutuhan dana yang diperlukan untuk menutup defisit atau pembayaran bunga hutang / pelunasan.
3. Menyusun kembali penerimaan / pengeluaran kas.

Macam anggaran Kas.
1. Anggaran kas jangka pendek.
Anggaran ini merupakan alat pengendalian dalam operasional perusahaan.
2. Anggaran kas jangka panjang
Anggaran ini meliputi jangka waktu 5 tahun sampai 10 tahun dengan tujuan perusahaan mengetahui kemampuannya untuk investasi dengan dana sendiri atau dana lain.

Kasus.
CV. Komat kamit menyusun anggaran kas bulanan periode Juli – Desember 2011, dengan data :
1. Saldo piutang tgl. 1 Juli 2011 = 0
Saldo kas tgl. 1 Juli 2011 Rp. 200.000
Saldo kas minimum ditetapkan Rp. 180.000
2. Penjualan :
Juli Rp. 1 jt
Agustus Rp. 1.200.000
September Rp. 1.400.000
Oktober Rp. 1.200.000
Nopember Rp. 1.400.000
Desember Rp. 1.000.000

Dari penjualan tersebut dengan pola.
60 % dari penjualan adalah penjualan tunai, sedang sisa penjualan kredit dengan cara.
40 % diterima pada bulan terjadinya penjualan
40 % diterima satu bulan sesudahnya.
20 % diterima 2 bulan sesudahnya.
3. .10 % dari penjualan kredit dicadangkan untuk piutang yg diduga tidak akan dapat ditagih.
4. Data lain
Bulan Penerimaan lain Pengeluaran
Juli 56.000 350.000
Agustus 202.000 400.000
September 192.000 500.000
Oktober 58.000 800.000
Nopember 164.400 950.000
Desember 168.000 1.900.000

Dari data tersebut bisa disusun anggaran kas dan piutang sebagai berikut..

1. Format Perhitungan :
Keterangan Juli Agustus Septem Oktober Nop Des
Penjualan
Tunai 60 %
Pn.kredit
Peny.piutang
Netto

Pola Pelunasan Piutang
Juli 40 % x 360.000 = Oktober : 40 % x 432.000 =
Ag 40 % x 360.000 = Nop. : 40 % x 432.000 =
Sept 20 % x 360.000 = Des. : 20 % x 432.000 =

Ag 40 % x 432.000 = Nop. : 40 % x 504.000 =
Sept 40 % x 432.000 = Des. : 40 % x 504.000 =
Ok. 20 % x 432.000 = Jan. : 20 % x 504.000 =

Juli 40 % x 504.000 = Oktober : 40 % x 360.000 =
Ag 40 % x 504.000 = Nop. : 40 % x 360.000 =
Sept 20 % x 504.000 = Des. : 20 % x 360.000 =

Daftar Penerimaan dari Piutang
Penj Piutang neto Juli Agust Sept Okt. Nop Des Thn yad.
Juli
Agust
Sept
Okt.
Nop.
Des.

Analisis BEP dalam system Penganggaran

Analisa break even point merupakan suatu teknik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variable, keuntungan dan volum aktivitas penjualan.
Breakeven point menyatakan bahwa penjualan / penghasilan sama dengan biaya sehingga perusahaan saat BEP bisa dikatakan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan ( impas ).

Menentukan BEP harap diperhatikan :
1. BEP unit = Total biaya tetap / Harga jual per unit – biaya variable per unit.
2. BEP Rp. = Total biaya tetap / total biaya variable – Total penjualan
3. Adanya margin of safety , yaitu batas penurunan yang ditoleransi pada volume penjualan yang dianggarkan / titik paling aman.
4. BEP dengan pendapatan / pengeluaran lain lain dg rumus :

Biaya tetap + pngeluaran – pendapatan
1 – Total biaya variabel
Total biaya penjualan

Contoh Kasus
CV. Puting Beliung menghasilkan 2 barang A dan B . rencana th. 2012 adalah :
1. Penjualan : A = 5.000 unit @ Rp. 100
B = 2.500 unit @ Rp. 200
2. Biaya variable A = Rp. 60 per unit
B = Rp. 40 per unit
3. Biaya tetap keseluruhan Rp. 200.000 ( biaya overhead Rp. 80.000, Biaya operasi Rp. 180.000 )
4. Pajak penghasilan 50 %

Dari data tersebut bisa dihitung break even baik unit maupun rupiah dari masing masing produk yaitu :

Keterangan Produk A Produk B Jumlah
Penjualan
5.000 x 100..
2.500 x 200

Biaya Variabel
5.000 x 60
2.500 x 60
Contr.Margin
Biaya tetap
Laba

BEP total := Total biaya tetap / 1 – total biaya variable
Total hasil penjualan

=

Break even Produk A.
Dalam Rupiah =

Dalam Unit =

Break even Produk A
Dalam Rupiah =

Dalam Unit =

Author: nurtjahja

private teacher regardless if undertaken with patience and perseverance, and faith is the key to success in any field

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s