Malang town's

Just another WordPress.com site

Sekilas anggaran modal dan aplikasinya

Leave a comment

Anggaran barang modal merupakan anggaran yang digunakan untuk pengadaan aktiva tetap yang berarti akan merinci arus kas masuk dan arus kas keluar untuk jangka waktu tertentu di masa yag akan datang.

Anggaran modal meliputi keseluruhan proses perencanaan pengeluaran uang yang hasil pengembaliannya diharapkan lebih dari satu tahun. Contoh pengeluaran untuk investasi dalam bentuk tanah, bangunan atau mesin dan lain lain.

Manfaat Anggaran Modal

  1. Dana akan terikat untuk jangka waktu yang panjang.
  2. Investasi pada aktiva tetap diharapkan akan meningkatkan penjualan dimasa yang akan datang.
  3. Pengeluaran dana sangat besar dan sulit untuk menjual kembali hasil investasi.
  4. Kesalahan dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal.

Konsep Anggaran Modal

Anggaran modal membantu dalam pengambilan keputusan apakah proyek tersebut diterima atau ditolak. Ada beberapa konsep untuk diperhatikan :

  1. Menentukan investasi awal ( initial outlays ) seperti harga beli mesin.
  2. Menentukan sumber dana yang akan digunakan.
  3. Memperkirakan arus kas dari investasi yang diusulkan.

Arus kas memiliki 2 macam yaitu :

  1. Arus kas masuk

Penerimaan dari penjualan, penerimaan piutang, penerimaan hutang dan lain lain.

  1. Arus kas Keluar.

Pengeluaran modal yaitu setiap pengeluaran yang memberikan manfaat jangka panjang seperti pembelian gedung dan lain lain.

Setiap pengeluaran tunai yang diperhitungkan sebagai pengorbanan dalam rangka memperoleh penghasilan pada periode berjalan seperti biaya bahan, biaya pemasaran dan lain lain.

  1. Data yang diperlukan untuk kepentingan perhitungan arus kas masuk adalah :

Sales                                       Rp.

Cost of goods sold           Rp.      –

Gross profit                        Rp.

Biaya biaya                        Rp.      –

EBIT                                   Rp.

Interest                             Rp.      –

EBT                                    Rp

Tax                                    Rp.      –

EAT                                  Rp.

  1. Melakukan perhitungan cash masuk. ( CF ) dengan 2 metode yaitu dengan rumus :
    1. Pendekatan Bottom up

Rumus : CF = eat + Biaya + Interest ( 1 – tax )

    1. Pendekatan top down

Rumus : CF = EBIT ( 1 – tax ) + depreciation.

  1. Melakukan kelayakan investasi

Dengan rumus :  ARR = Rata rata eat dibagi capital outlays

Kelebihan : memperhatikan seluruh pendapatan selama umur proyek berlangsung, mudah dimengerti.

Kelemahan : Mengabaikan nilai waktu uang

Pemecahan Kasus :

Sebuah perusahaan merencanakan akan membeli 2 mesin baru untuk mengganti yang lama dalam pabriknya, dari 2 penawaran yang berbeda dengan data sebagai berikut :

 

Keterangan Mesin Jepang Mesin Korea
Harga Perolehan

Nilai sisa

Umur mesin

Penyusutan

Tax

Discount Rate

Pendapatan Kotor

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3

Tahun 4

63.000.000

0

4 tahun

Straight Lines

40 %

15 %

 

7.200.000

7.800.000

8.400.000

9.000.000

 

60.000.000

1 500 000

4 tahun

Sum of year digit

40 %

15 %

 

6.600.000

7.500.000

8.100.000

8.700.000

Dari data tersebut dapat dihitung cash in flow per tahun dari masing masing mesin serta nilai ekonomis berdasarkan pay back period.

Penyusutan mesin A.

Rp. 63.000.000 : 4  = Rp.15.750.000,-

Penyusutan mesin B :

Tahun 1 = 4/10 x (Rp. 60.000.000 – Rp. 1.500.000) = Rp.23.400.000

Tahun 2 = 3/10 x Rp.58.500.000                                        = Rp.

Tahun 3 =

Tahun 4 =

1.    Cash in flow untuk mesin A

 

Keterangan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4
EBT

Tax 40 %

EAT

Penyusutan

Net cash

7.200.000

2.880.000

4.320.000

15.750.000

20.070.000

     

2.    Cash in flow untuk mesin A

Keterangan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4
EBT

Tax 40 %

EAT

Penyusutan

Net cash

6.600.000

2.640.000

3.960.000

23.400.000

27.360.000

     

3.    Nilai ekonomis berdasar metode payback period

Dengan metode payback period akan  diketahui kapan investasi terhadap proyek tersebut akan kembali.

Dari data tersebut maka dapat dihitung sebagai berikut :

Untuk Mesin A :

Investasi             : Rp. 63.000.000,-

Net cash tahun 1   : Rp. 27.360.000,-

Sisa                      Rp.  ?  dan seterusnya.

Hal tersebut akan berlaku untuk mesin B.

Author: nurtjahja

private teacher regardless if undertaken with patience and perseverance, and faith is the key to success in any field

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s