Malang town's

Just another WordPress.com site

Pengertian dan penyusunan Anggaran komprehensif

Leave a comment

Anggaran komprehensif juga disebut sebagai anggaran induk  hal ini karena merupakan jaringan kerja yang terdiri dari beberapa anggaran terpisah yang saling bergantungan satu sama lain.

Untuk menunjukkan  bagaimana menyusun dan memadukan masing masing anggaran terpisah sehingga membentuk anggaran induk, maka setiap tahun perusahaan menyusun dokumen yang terdiri dari :

  1. Anggaran Penjualan : merupakan titik awal penyusunan anggaran induk.
  2. Anggaran Produksi : setelah anggaran penjualan disusun kebutuhan produksi periode anggaran mendatang dapat ditentukan dan disusun ke dalam bentuk anggaran produksi.
  3. Anggaran bahan baku langsung : setelah kebutuhan produksi dihitung anggaran bahan baku langsung harus disusun untuk menunjukkan bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi.
  4. Anggaran tenaga kerja langsung : anggaran ini disusun dari anggaran produksi
  5. Anggaran Overhead pabrik : Anggaran ini akan memberikan schedull harga pokok produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
  6. Anggaran biaya penjualan dan administrasi, Anggaran yang akan dikeluarkan untuk bidang selain anggaran produksi.
  7. Anggaran kas : Seluruh anggaran operasi termasuk anggaran penjualan mempunyai pengaruh terhadap anggaran kas.
  8. Anggaran laporan rugi laba : anggaran ini dapat disusun dari data yang sudah disusun.
  9. Anggaran Neraca : Anggaran ini disusun atas dasar neraca awal tahun berjalan yang disesuaikan dengan data dalam anggaran lain.

Penyusunan Anggaran Induk.

Perusahaan Adem Ayem memproduksi Granit dan marmer dan barang tersebut di jual di Jawa dan Bali. Bahan yang digunakan jenis bahan mentah A, Bahan B   dan bahan mentah C. Rencana produksi kebutuhan barang disusun sbb.

  1. Rencana penjualan marmer di Jawa 10.000 unit dan di Bali 4.000 unit, Sedangkan granit di Jawa 30.000 unit dan Bali 10.000 unit. Harga per unit marmer Rp. 15.000 sedangkan Granit Rp. 12.000
  2. Persediaan bahan
Keterangan Persediaan awal Harga Persediaan akhir Harga
Mentah A 500 1.250 1.000 1.250
Mentah B 2.000 500 2.000 500
Mentah C 2.000 400 2.000 400
Produk jadi marmer 200 11.000 300 12.000
Produk jadi Granit 400 7.000 200 8.000

Penilaian persediaan menggunakan FIFO

  1. Keperluan bahan tiap unit barang diproduksi  ( Standard Usage Ratio/ SUR ) antara lain Marmer menggunakan bhn.mentah A = 1, B = 2, sedang granit B=2 dan C=2
  2. Taksiran biaya bahan : A = Rp. 1.250, B =Rp. 500,  C = Rp. 400
  3. Taksiran biaya kerja per unit :
Keterangan Marmer Granit
Depart. Pemotongan Rp. 3.000 Rp. 2.500
Depart.Finishing Rp. 4.500 Rp. 2.500
  1. Biaya overhead yang telah dibuat menunjukkan tarif per unit
Keterangan Marmer Granit
Depart. Pemotongan Rp. 1.000 Rp. 500
Depart.Finishing Rp. 1.250 Rp. 700
  1. Biaya biaya : Distribusi  Rp. 70.000.000,- termasuk biaya non cash Rp. 10.000

Administrasi Rp. 50.000.000 termasuk biaya non cash Rp. 5.000.000 , Kelebihan biaya lain lain diatas pendapatan lain lain Rp. 2.825.000 Rata rata tarip pajak penghasilan 30 %.

  1. Saldo awal laba di tahan Rp. 125.000.000
  2. Deviden yang direncanakan akan dibayar selama 5 tahun kedepan Rp. 30.000.000
  3. Rencana penerimaan kas : Penjualan tunai Rp. 475.000.000,- Penerimaan piutang Rp. 225.000.000,- pendapatan lain lain Rp. 175.000, pinjaman dari bank Rp. 10.000.000, penjualan saham treasury Rp. 15.000.000
  4. Rencana Pengeluaran kas :
    1. Hutang  ( dianggap semua bahan dibeli dg kredit ) Rp. 105.000.000, penambahan capital Rp. 40.000.000,-
    2. Hal hal yg actual ditangguhkan ( dianggap tidak ada gaji yg belum dibayar Rp. 15.000.000,- )
    3. Biaya lain lain Rp. 3.000.000,-
    4. Taksiran pembayaran pajak penghasilan sepanjang tahun Rp. 23.932.500
    5. Pembayaran wesel jangka panjang Rp. 50.000.000
  5. Saldo awal kas Rp. 360.000.000,-
  6. Biaya non kas dalam anggaran biaya overhead Rp. 10.380.000

Dari data tersebut anda bisa menghitung :

  1. Anggaran penjualan menurut produk dan daerah
  2. Anggaran produksi menurut produk
  3. Anggaran bahan langsung dalam unit menurut bahan dan produk
  4. Anggaran pembelian menurut bahan
  5. Anggaran harga pokok bahan baku
  6. Skedul persediaan  awal dan akhir
  7. Anggaran tenaga kerja langsung menurut produk dan departemen
  8. Ringkasan biaya overhead yang dibebankan menurut produk dan departemen.
  9. Ringkasan harga pokok produksi dan penjualan
  10. Ringkasan laba rugi
  11. Ringkasan laporan laba ditahan yg direncanakan
  12. Ringkasan rencana kas.

Pembahasan

1.    Anggaran penjualan menurut produk dan daerah

Daerah Marmer Granit Total
unit harga jumlah

 

unit harga jumlah

 

Jawa
Bali
Total
  1. 2.Anggaran produksi menurut produk
Keterangan Marmer Granit
Rencana Penjualan
Persediaan akhir ( + )
Jumlah
Persediaan awal ( – )
Rencana Produksi

3. Anggaran bahan langsung dalam unit menurut bahan dan produk

Barang Produksi Bahan A Bahan B Bahan C
SUR Kebut

 

SUR Kebut

 

SUR Kebut

 

Marmer 14.100 1          14.100 2 –             –
Granit 39.800 2

4. Anggaran pembelian bahan baku menurut bahan

Keterangan Bahan A Bahan B Bahan C
Keperluan
Persediaan akhir ( + )
Bahan tersedia
Persediaan awal ( – )
Rencana Pembelian
Harga Per unit
Nilai Pembelian

5 Anggaran harga pokok bahan baku

Bahan Marmer Granit Total
Q P T

 

Q P T

 

Q Total

 

A
B
C
Total

6. Schedul Persediaan awal dan akhir

Bahan Persediaan awal Persediaan akhir
 
q p total

 

q p total

 

A    
B    
C    
Sub Total    
Produk dalam Proses    
Produk Jadi    
Marmer    
Granit    
Sub Total    
Total    
     

 

7. Anggaran Tenaga Kerja Langsung menurut produk dan departemen

Barang Produksi Dep. Pemotongan Dep.Finishing Jumlah
   
tarif Total

 

Tarif Total

 

 
Marmer        
Granit        
Total        

 

8. Ringkasan biaya overhead yg dibebankan menurut produk dan department

Barang Produksi Dep. Pemotongan Dep.Finishing Jumlah
   
tarif Total

 

Tarif Total

 

 
Marmer        
Granit        
Total        

 

9.Ringkasan Harga Pokok Produksi dan Penjualan

Keterangan Marmer Granit Jumlah
Harga Pokok Porduksi

Bahan:

A

B

C

     
Sub Total      
       
Tenaga Kerja Lansung

Dep. Pemotongan

Dep.Finishing

     
Sub Total      
Total Hg Pokok Prod.
Persed. Awal ( + )
Produk ters.dijual
Persed. Akhir ( – )
Hg Pokok  Penjualan

 

     

 

  1. Ringkasan Laba Rugi
Keterangan Jumlah Marmer Granit
Penjualan

Jawa

Bali

     
Sub Total      
Harga Pokok Penj      
Laba kotor      
Biaya biaya

Administrasi

Distribusi

Lain lain

     
Total Biaya op.      
Laba sebelum pajak      
Pph 30 %      
Laba bersih      

 

11. Ringkasan laporan laba ditahan yg direncanakan

Saldo awal                             Rp.

Laba setelah Pajak

Jumlah

Pembayaran Deviden

Saldo akhir

 

12.Ringkasan rencana kas

 

Saldo awal                                                           Rp.

Penerimaan :

Pinjaman Bank

Penjualan kas

Piutang

Pendapatan lain

Penjualan saham

Total Penerimaan                                               Rp.

Jumlah uang yang tersedia                                Rp.

 

Pengeluaran

Hutang ( bahan )                                      Rp.

Upah tenaga kerja langsung

Biaya overhead pabrik

Penambahan capital

Actual dan penangguhan

Biaya lain

Pajak

Wesel

Deviden

Biaya distribusi

Biaya Administrasi

Total Pengeluaran Rp…………………

Saldo Kas Rp.

Author: nurtjahja

private teacher regardless if undertaken with patience and perseverance, and faith is the key to success in any field

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s