Malang town's

Just another WordPress.com site

Cara mudah menganalisis laba kotor dalam usaha

Leave a comment

Laba kotor secara sederhana bisa dijabarkan penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan yang sering disebut sebagai margin kotor. Sedangkan margin kontribusi adalah penjualan dikurangi semua biaya variable. Analisa laba kotor adalah suatu teknik yang berguna untuk membantu menjelaskan perubahan dalam pendapatan dan biaya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis laba kotor adalah :

1. Perubahan dalam laba kotor Beberapa perubahan dalam laba kotor akan terjadi dengan menentukan : Membandingkan anggaran terhadap hasil yang actual. Serta membandingkan hasil actual periode berjalan dengan hasil actual periode sebelumnya. Penyebab terjadinya perubahan karena adanya perubahan harga jual, adanya perubahan volume penjualan, perubahan dalam biaya serta adanya perubahan pada bauran produk ( untuk perusahaan multi produk) apabila multi produk adalah subtitusi.

2. Menganalisis perubahan laba kotor

Dalam hal laba kotor hendaknya nilai harus besar hal ini untuk menutup biaya biaya seperti biayapenjualan, biaya administrasi, biaya pajak penghasilan dan lain lain. Perusahaan harus memperhatikan laba kotor secara konstan dan hati hati, agar bisa menginvestigasi setiap masalah.

Ratio yang digunakan adalah :

a. Rasio biaya terhadap penjualan ( cost of sales ratio / CSR ) yaitu harga pokok penjualan dibagi Penjualan.

b. Ratio laba kotor ( gross profit ratio / GSR ) yaitu dengan cara laba kotor dibagi penjualan.

Setiap perubahan dalam CSR dan GSR hendaknya diperhatikan 3 varian yaitu : •

Volume Variance = Volume yang dianggarkan – Vol. actual x laba kotor yang dianggarkan per unit.

Perubahan dalam volume maka akan mengakibatkan, perubahan dalam penjualan, perubahan dalam harga pokok penjualan.

• Sales price Variance ( Harga jual yang dianggarkan per unit – harga jual per actual per unit ) x volume actual

Perubahan ini akan mengakibatkan perubahan pada jumlah penjualan dan laba kotor.

• Cost variance : ( Biaya yg dianggarkan per unit – biaya actual per unit ) x volume actual.

Dengan demikian maka perubahan akan terjadi pada jumlah harga pokok penjualan dan laba kotor.

3. Multi produk

Untuk perusahaan manufaktur yang menghasilkan banyak produk, penjualan, harga pokok penjualan dan laba kotor memiliki berbagai mcam variasi diantara produk. Varian penjualan, Varian biaya, narian volume dapat digunakan untuk multi produk seperti pada produk tunggal

Dalam perusahaan multi produk varian volume dapat dipisahkan lebih jauh menjadi varian murni dan varian campuran. Varian murni dan varian campuran tidak berarti apa apa apa bila produk produk tersebut tidak mensubtitusi satu sama lain. Jumlah varian murni dan varian campuran = Varian volume.

Varian volume murni = ( Volume yg dianggarkan – volume actual ) x rata rata laba kotor yang dianggarkan

Rata rata laba kotor yang dianggarkan = Jumlah laba kotor yang dianggarkan dibagi jumlah unit yang dianggarkan

Varian campuran = ( Volume yg dianggarkan – volume ) x ( laba kotor rata rata – laba kotor yang dianggarkan ) •

Catatan

Tidak menguntungkan, apa bila perusahaan menjual lebih banyak unit dari produk yang kurang menguntungkan, atau menjual lebih sedikit unit dari produk yang lebih menguntungkan.

• Menguntungkan, apa bila perusahaan menjual lebih sedikit unit dari produk yang kurang menguntungkan atau menjual lebih banyak unit dari produk yang lebih menguntungkan.

• Lebih atau kurang menguntungkan ditentukan dengan membandingkan laba kotor yang dianggarkan dari produk per unit terhadap rata rata laba kotor yang dianggarkan per unit

• Lebih menguntungkan apa bila laba kotor yang dianggarkan per unit lebih besar dari rata rata laba kotor yang dianggarkan.

• Kurang menguntungkan, apa bila laba kotor yang dianggarkan per unit lebih kecil dari rata rata laba kotor yang dianggarkan.

Pertanyaan.

1. Apa perbedaan antara laba kotor dengan margin kontribusi

2. Apa penyebab utama terjadinya perubahan dalam laba kotor.

3. Apa sebabnya analisis laba kotor diperlukan.

Contoh Pemecahan Masalah

Diperoleh data data dari sebuah perusahaan yaitu :

2008                                          2009

Penjualan                                  200.000.000                     180.000.000

Harga Pokok Penjualan      125.000.000                      135.000.000

Laba Kotor                                   75.000.000                       45.000.000

Informasi tambahan :

Perusahaan meningkatkan harga jual sebesar Rp. 10.000, sehingga harga jual per unit adalah Rp. 60.000.

Untuk menghitung dampak perusahaan mengenai volume, perubahan harga jual, dan perubahan harga pokok serta apakah perusahaan tersebut benar benar menguntungkan atau merugikan dengan langkah tersebut, maka jalan keluarnya.

Perlu Perhitungan

1. Unit yg diproduksi dan dijual pada 2009

2. Unit yg diproduksi dan dijual pada 2008

3. Menghitung selisih harga biaya per unit pada 2009

4. Biaya per unit pada 2008

5. Laba kotor per unit pada 2009

6. Laba kotor per unit pada 2008

7. Jumlah varian laba kotor

8. Varian volume

9. Varian harga penjualan dan Varian harga produksi.

Author: nurtjahja

private teacher regardless if undertaken with patience and perseverance, and faith is the key to success in any field

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s